Sunday, July 18, 2010

SUKA itu penting! Jangan haramkan!

..Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu. Dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Alloh mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS. Al Baqoroh : 216)

Ada satu yang seringkali terlewatkan dari indra idealisme kita : rasa suka itu penting. Rosululloh meminta para lelaki untuk datang dan melihat langsung perempuan yang akan dipinang. Tak lain tak bukan adalah agar timbul rasa suka yang kemudian mengharmoniskan hubungan.

Rosululloh bersabda, “Lihatlah dan perhatikanlah dia, karena sesungguhnya melihat lebih dahulu itu mengharmoniskan hubungan di antara kalian berdua.” (HR. Tirmidzi).

Segelintir orang berpendapat bahwa cinta sebelum pernikahan adalah dosa. Mencintai seseorang sebelum terikat pernikahan dengannya adalah haram. Sedemikian rupa pendapat mereka, sehingga perasaan yang timbul sebelum pernikahan harus dicegah adanya. Salah satunya dengan meminimalkan pertemuan saat para calon dapat saling melihat dan memperhatikan.

Berduaan? Bukan. Kami tidak menganjurkan untuk berduaan mojok sebelum menikah. Kami hanya bermaksud bilang, bahwa SUKA itu boleh, cinta pada pandangan saat ta’aruf itu tidak apa-apa. Tidak perlu membatalkan lamaran dan acara pernikahan gara-gara calon pengantin jatuh cinta sebelum akad nikah diikrarkan.

Mungkin tindakan ‘mengharamkan’ timbulnya cinta sebelum ijab-kabul adalah agar sholat istikhoroh yang dilakukan tidak dipenuhi ‘pesan sponsor’. Umpamanya ‘Tuhanku yang baik, aku cinta padanya, maka mudahkanlah segalanya’ atau ‘Tuhanku, walau tampaknya ia tidak begitu suka padaku, aku menginginkannya. Maka palingkanlah hatinya padaku.’ (Terdengar lucu? Tidak, jika Anda mengalaminya sendiri.)

Akan tetapi, haruskah menafikan sifat alamiah manusia yang bernama CINTA? Kecenderungan untuk menyukai tidaklah negatif. Yang buruk adalah kecenderungan untuk menyukai perbuatan yang diharamkan Alloh.

Sekalipun cinta, jika Alloh tidak mengizinkan, niscaya mudah bagiNya untuk menghalangi berjodohnya sepasang kekasih. Di antaranya dengan menampakkan keburukan atau sekadar memunculkan firasat tak enak.

Jadi, ketika di antara pilihan itu ada yang kau sukai, walaupun tidak ideal, tidaklah haram untuk memilihnya.

Diambil dari Istikhoroh Cinta, Cara Cerdas Mendapatkan Jodoh Ideal. Karya M. Shodiq Mustika, dkk.

Cinta yang menyehatkan.
Sepemahaman saya, cukuplah rasa NYAMAN dan saya mempercayainya.
Lantas, bagaimana dengan Anda?

*Teruntuk saudariku.. Semoga bermanfaat yah :)

No comments:

Post a Comment