Sunday, March 15, 2009
Ma’rifatulloh
Seringkali makna cinta mengalami peyorasi.
Cinta hanya dimaknai sebagai suatu perasaan indah terhadap suatu makhluk, khususnya lawan jenis yang memikat hati. Padahal sejatinya, cakupan dari cinta itu sendiri sangatlah luas. Cinta tidak hanya sekedar perasaan suka, indah, dan menyenangkan, namun lebih dari itu.
Cinta memiliki makna yang luas.
Cinta melingkupi setiap aspek kehidupan.
Saat ini, cinta seringkali hanya dimaknai sebagai suatu hasil. Padahal, cinta bukan hanya terkait dengan hasil. Cinta adalah sebuah kata kerja, dimana output dari cinta itu sendiri adalah perasaan.
Cinta. Bila kita mencintai sesuatu hal, tentu kita akan berupaya untuk mengenalnya, memenuhi permintaannya, bahkan mengalahkan kepentingan kita demi memenuhi kenginannya. Ya, segala hal akan kita lakukan demi cinta. Pertanyaannya sekarang, kepada siapakah kita memenuhi semua itu?? Sudahkah kita memenuhi semua itu kepada yang Tercinta, Alloh Robbul Izzati?? Dengan cara apa??
“Ma’rifatulloh (mengenal Alloh) adalah asas yang berdiri di atasnya seluruh kehidupan ruhiyah.” (Silabus Materi Tahap 1, ILC FUSI FTUI)
Sejatinya, cinta kepada Alloh haruslah di atas segalanya, termasuk kecintaan kita terhadap apa-apa yang menyejukan pandangan dan menentramkan hati.
Salah satu indikasi bahwa kita sedang dimabuk cinta adalah kita akan senantiasa berusaha untuk mengenal segala yang terkait dengan apa yang kita cintai tersebut. Sama halnya saat kita mengaku ‘mencintai Alloh’.
Saat kita mencintai Alloh, kita akan senantiasa berusaha untuk mengenalNya. Kita akan senantiasa meyakini bahwa segala sesuatu yang berlaku dalam hidup ini tak lepas dari kuasanya.
Ketika melihat hijaunya rerumputan, kita akan teringat kepada Alloh. Ketika melihat sinarnya sang rembulan, kita akan teringat kepada Alloh. Bahkan ketika kita melihat iringan semut, kita akan langsung teringat kepada Alloh. Kita akan kagum dan tak henti-hentinya tersenyum, sambil terus menerus berkata bahwa ‘hidup itu indah’.
Sejatinya, pengenalan kita kepada Alloh tidak hanya terhenti pada kata kagum, namun lebih dari itu. Kita harus senantiasa berupaya untuk mengenal Alloh lebih dekat.
Dengan mengenal Alloh, kita dapat mengetahui tujuan hidup kita, sehingga kita tidak mudah terperdaya dan terpukau dengan keindahan dunia (QS. 6:130). Kemudian kita dapat merasakan kelapangan dalam hidup (QS 20:124), serta selalu mengharapkan ridho dari Alloh dalam setiap perbuatan yang telah, sedang, dan akan kita lakukan (QS 25:43).
Untuk mengenal Alloh dapat melalui beberapa jalan, diantaranya melalui akal dan pemahaman asmaul husna (sifat-sifat Alloh).
Akal merupakan salah satu nikmat yang diberikan oleh Alloh kepada kita. Sejatinya, kita dapat mengoptimalkannya, sehingga akhirnya dapat menambah kecintaan kita kepada Alloh (QS 13:3, 16:11, 27:52).
Dengan mengenal Alloh, kita akan merasa lebih tenang, hidup semakin berkah, dan kita lebih berani dalam menatap masa depan.
Dengan mengenal Alloh, kita akan semakin mencintaiNya dan tentunya semakin dicintaiNya, insyaAlloh. Lantas, masih adakah alasan bagi kita untuk tidak mengenalNya?? Mengenal untuk mencintai dan dicintai oleh yang Tercinta.
Cinta itu memang indah.
Yuks mengenal Alloh!
Labels:
sharing
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment