Kajian Surat At tiin ayat 4-6
Ayat 4
Ciptaan Alloh dapat dikelompokkan menjadi 5, yakni:
Benda mati. Unsurnya fisik dan jasad.
Tumbuh-tumbuhan. Unsurnya fisik dan jasad, serta ruh. Namun statis dan tidak memiliki akal.
Hewan. Unsurnya fisik dan jasad, serta ruh sehingga dapat bergerak. Namun tidak memiliki akal.
Makhluk ghaib. Tidak bisa dilihat dan didengar, namun ada. Contohnya: malaikat, iblis, jin. (QS 7:27)
Manusia. Unsurnya fisik dan jasad, serta ruh sehingga dapat bergerak. Memiliki akal. Manusia adalah makhluk yang sempurna.
Ayat 5
Yang dimaksud dengan kehinaan di sini terkait dengan tingkah laku manusia.
Manusia harus senantiasa berperilaku baik, seperti: hormat pada orang tua serta sayang-menyayangi karena Alloh, bila tidak mau mendapatkan kehinaan.
Ayat 6
Orang yang beriman dimuliakan oleh Alloh di dunia dan akhirat.
Iman dapat menuntun manusia untuk tidak akan berputus asa. Orang yang beriman akan menghadapi setiap tantangan dengan tegar dan sabar.
Bersama kesulitan pasti ada kemudahan.
Iman dapat menjaga manusia. Seorang anak yang beriman akan senantiasa menghormati ayah dan ibunya serta berbuat yang sebaik-baiknya untuk membuat ayah dan ibunya tersenyum bahagia.
Seperti firman Alloh dalam QS 10:62-65, bahwa dalam hidup selalu ada tantangan. Manusia yang beriman akan selalu bersyukur saat menghadapi tantangan, karena itu merupakan salah satu bentuk perhatian dan kasih sayang Alloh.
Wali-wali Alloh tidak akan takut pada permasalahan hidup. Iman mereka selalu meningkat sampai tingkat takwa.
Kajian surat al-ashr
Waktu dikelompokkan ke dalam tiga bagian, yakni: kemarin, hari ini, dan akan datang.
Ada 5 misteri Alloh, yakni: hari kiamat, turunnya hujan, kelahiran, kematian, dan masa yang akan datang.
Masa yang akan datang merupakan sebuah misteri. Tidak ada yang dapat menjamin kalau kita masih dapat hidup esok hari.
Oleh karena itu, kita harus senantiasa beribadah kepada Alloh seakan-akan kita akan mati esok hari.
Beribadah dengan sebaik-baiknya.
Alloh telah memberikan kehidupan secara free kepada kita.
Maka sudah sepatutnya kita bersyukur.
Jadilah pribadi yang dikenang orang lain karena kebaikannya.
Kajian di mesjid Al Furqon, Juragan Sinda, Depok.
26 Februari 2009
No comments:
Post a Comment